Minggu, 09 Maret 2014
Sekolah Kehidupan Seri Pulang Kampung (8 Maret 2014) Bagian 5: Belajar akan Mengubahkan Masa Depan Kisah Susilowati membuat Ati terus berpikir dan berefleksi hampir ia tidak peduli pada sekeliling. Tontonan video atau games yang ada di pesawat tidak ia gubris bahkan siapa yang duduk disebelahnya juga ia tidak sadari. Namun sebuah pengumuman dari pilot tentang kondisi cuaca perjalanan membuat Ati menengok ke samping, sekilas ia melihat sosok seorang bapak di usia 50 an duduk sambil membaca buku. Ia tampak terpelajar dan memang di jaket yang digunakannya tercantum sebuah badge dengan nama UCR (Universitas Citra Raya). Tidak lama Ati menengok karena ia kemudian teggelam lagi dalam kisah Susilowati yang belum selesai. Kisah Susilowati (3): Saya Memutuskan Kerja di Singapura Setelah lulus selang satu hari saya memutuskan untuk pergi ke Singapore, semua keluarga saya sangat sedih, tapi saya berusaha menjelaskan sama mereka saya pergi hanya 2 tahun untuk cari pengalaman dan untuk belajar bahasa Inggris serta untuk cari uang buat melanjutkan kuliah. Akhirnya mereka merelakan saya. 3 bulan di penampungan kemudian saya terbang ke Singapore dan disini saya mendapatkan majikan yang sangat baik selain itu kerjaan saya juga sangat mudah hanya bersih2 rumah. Saya punya banyak waktu untuk belajar hingga akhirnya saya juga memanfaatkan waktu saya untuk berbisnis. Saya sering jualan HP ke teman2 sekitar rumah, juga jualan pakaian. Dan keuntungan yang saya dapat cukup lumayan. Dua tahun sudah berlalu saya pulang dan ingin mengejar cita2 saya, tapi papah saya bilang rumah kami yang kecil mau roboh karena memang sudah lama tidak di perbaiki, dengan berlinangan air mata saya serahkan semua uang yang sudah saya tabung ke papah saya untuk membangun rumah baru dan saya hanya Bundaisakan Rp 3.000.000 ditangan saya. Akhirnya sayapun kembali lagi ke Singapore untuk mencari modal lagi tapi papah saya mengatakan uang yang 2 thn hasil kerja saya tidak cukup untuk bikin rumah kami berdiri. Papah bilang: “Malu nak, kalo rumahnya sampai ga jadi berdiri sama tetangga”. Akhirnya hasil kerja saya selama 4 tahun cuma buat membangun rumah saya, saya senang dan iklas karena sekarang kami sekeluarga sudah punya rumah baru seperti dulu saat masa2 indah di saat kami masih kecil, punya rumah yang besar. Kemudian papah sayapun sudah mulai membuka toko lagi mesti masih kecil2an dan belum sebesar dulu, berlahan tapi pasti kehidupan keluarga saya kembali normal seperti dulu. Adik saya sudah masuk SMA favorite dan mengambil jurusan IPA, selangkah lebih pintar dari saya karena saya dulu mengambil jurusan IPS. Saya kembali nambah kontrak kerja di Singapura dan papah mengatakan kepada saya bahwa hasil uang gaji saya yg selanjutnya tidak perlu di kirim lagi. Papah saya menyuruh saya untuk menabungnya untuk biaya kuliah saya kelak, tapi berhubung adik saya sudah lulus SMA akhirnya saya suruh adik saya untuk kuliah dan saya yang membiayainya. Sekarang adik saya sudah jadi guru sambil kuliah dan 2 semester lagi akan lulus dan menyandang gelar S1. Di Singapura saya masih memendam impian saya untuk kuliah lagi, saya sering curhat sama majikan saya tentang keinginan saya dan mimpi saya, hingga akhirnya saya di carikan tempat kursus dengan syarat sepulang kursus harus langsung pulang kerumah. Akhirnya pada tahun 2009 saya berusaha ikut kursus computer dan bahasa inggris di HOME (sebuah lembaga pelatihan untuk buruh migran di Singapore) tapi cuman kelas basic saja. Pada tahun 2010 saya dapat kabar dari teman-teman saya kalau di Hotel Grandhyatt di buka pendidikan Diploma Bisnis, kerja sama antara MTM (yayasan untuk pemberdayaan BMI di Singapura) dengan LEE COMMUNITY COLLEGE yang biayanya relatif murah, maka sayapun berusaha mengikutinya. Saya sangat bahagia waktu itu, tapi kebahagiaan saya hanya setahun karena sebelum kami menyandang gelar diploma ternyata Lee Coomunity College tidak bisa melanjutkan kerja sama lagi dengan pihak MTM. Jadi saya hanya dapat kesempatan untuk kuliah 1 tahun. Saya sedih sekali waktu itu, sampai saya menangis keras sekali di kamar saya, tapi mulut saya tutup pakai bantal biar tidak ada orang yang dengar. Saya selalu bersedih bila melihat teman-teman kelas saya ataupun teman sekolah yang dulu saat di kelas biasa-biasa saja tapi sekarang sudah jadi guru, bidan, PNS polisi ABRI, pramugari dll. Saya hanya bisa menangis menghadapi kenyataan itu. Sementara saya yang dulu berprestasi, masih belum bisa mewujudkan mimpi saya untuk melanjukan kuliah. Kadang jika perasaan sedih itu semakin menyiksa, saya berteriak di kamar saya sambil bilang “Singapore..!!! I will be back next time, not for working as domestic worker but for buy a apartemen house here.. I will become a successful businesswomen..!!”. Dan setiap saya bangun tidur dan gosok gigi di kamar mandi, di depan cermin saya selalu berkata pada diri saya sendiri “SAYA AKAN JADI ORANG YANG SUKSES, ITU PASTI..!! SAYA AKAN SUKSES..!! Selalu seperti itu tiap pagi. Walaupun memang saya tidak bisa melanjutkan sekolah di Lee Community College, saya tidak putus asa, lepas dari LCC saya ikut ENTREPRENUERSHIP CLASS. Ini adalah kerja sama antara UCEC (UNIVERSITAS CIPUTRA Entrepreneurship Center) dan MTM. Akhirnya saya bisa sekolah, disini saya belajar banyak hal tentang entrepreneurship dan bisnis, dan begitu banyak pengalam yang saya peroleh dari kelas entrepreneurship ini yang membuat saya menjadi pribadi yg berwawasan luas tentang bisnis. Saya jadi tahu bagaimana cara mengelola bisnis dengan baik, bagaimana cara mengatur keuangan. Saya menjadi pribadi yang lebih berani, tahan banting atau tidak lemah, menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dan yang jelas saya siap untuk menjadi seorang business women. Setelah pulang dari Singapore, saya ingin sekali membuka toko fashion dan jika toko itu kelak bisa sukses, saya juga ingin sekali membuka butik. Saya akan menggunakan ilmu yang saya peroleh dari LEE COMMUNITY COLLEGE dan UNIVERSITAS CIPUTRA sebagai bekal. Saya ingin sekali membuka bisnis itu dan tentu saja sambil mewujudkan mimpi saya untuk melanjutkan kuliah. Saya ingin menyelesaikan kuliah saya sampai ke jenjang S2. Dan saya tidak perduli sebagaimanpun susahnya tapi saya akan berjuang seperti dulu saya berjuang untuk bisa lulus SMP dan SMA. Saya tidak akan menangis lagi jika suatu hari nanti saya harus hanyut di sungai lagi dan saya tidak akan bersedih lagi jika mamah saya tidak bertanya kenapa baju saya warnanya berubah jadi coklat. Saya selalu yakin, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, kalau kita mau berusaha untuk mewujudkanya tentunya dengan tekad dan niat yang bulat serta tulus iklas di sertai dengan kerja keras dan doa, niscaya, pasti Tuhan akan memberikan jalan, sesusah apapun keadaanya. Sukses itu datang bukan hanya karena keberuntungan tapi karena kerja keras. Pada bulan Februari 2012, Susilowati mengirimkan emailnya kepada Antonius Tanan pengajar entrepreneurship dari UCEC sebagai berikut: Date: Wed, 8 Feb 2012 07:52:49 +0800 Subject: RE: Satu Mimpi di balik seribu impian hidup Akhir Mei, kontrak kerja saya sudah habis dan passport juga expired date pak. Rencana saya, pertama2 setelah sampai Indonesia: 1. Saya mau bikin KTP 2. Saya mau bikin Passport 3. Saya ingin cari pengalaman kerja di daerah Jawa, Jakarta, Bandung, Yogya atau di mana saja yg penting masih di Jawa bukan di luar Jawa. 4. Mencari teman yang banyak, menghadiri berbagai seminar bisnis 5. Setelah dapat kerjaan saya ingin bekerja sambil kuliah, pagi sampai sore kerja terus malam saya kuliah. 6. Setelah cukup punya pengalaman, punya banyak teman, saya baru ingin merintis bisnis, bisnis apa saja yang penting saya ingin terjun kedunia bisnis dalam hal ini adalah berdagang, tidak berpatokan pada pada fashion saja, tapi saya ingin melihat peluang tapi alangkah lebih baiknya jika saya berbisnis di bidang yg saya suka, bisa fashion atau design(kerajinan), kuliner. 7. Saya berharap bisa sukses 5 tahun mendatang, meskipun tidak mudah saya akan bekerja keras, dan mencobanya Itulah rencana yang telah saya susun pak, untuk kegiatan saya di indonesia setelah saya pulang nanti. Yang jelas kuliah dan berbisnis akan jadi prioritas saya. Saya tidak akan mikirin yang lain2 saya ingin jadi orang sukses dan membahagiakan mamah serta papah saya. salam Susilowati Pada awal September 2012 kembali Susilowati mengirimkan email dan mengabarkan bahwa dia dalam dua bulan terakhir ini sudah menjadi GM (General Manager) sebuah hotel bintang satu dengan 45 kamar, 1 restaurant dan 2 hall utk acara meeting ataupun wedding. Susilowati berhasil meraih posisi sebuah pekerjaan formal dan professional yang baik dan dapat dibanggakan selepas melalui pengalaman pembelajaran di Singapura. Bukan sembarang pengalaman belajar tapi menjadi seorang murid dari Sekolah Kehidupan. --------------------------------------------- -------------------- Ati mengerenyitkan dahinya dan berpikir:”Apa maksud Tika meminta aku membaca kisah Susilowati ya..? Sebuah pencerahan tiba-tiba masuk ke Kehidupan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar